Monday, May 20, 2024
Monday, May 20, 2024
Home » Ilmuwan Rekonstruksi Sosok Perempuan Arab 2.000 Tahun Lalu, Ini Hasilnya

Ilmuwan Rekonstruksi Sosok Perempuan Arab 2.000 Tahun Lalu, Ini Hasilnya

by Vanny Jaelani
0 comment

Perempuan yang dinamai Hinat tersebut berasal dari peradaban Nabataean. Masyarakat Nabataean sendiri adalah orang Arab kuno yang terkenal pada circa abad 6 sebelum Masehi.

Jenazah Hinat dimakamkan di antara 80 kerangka dalam sebuah makam berusia 2.000 tahun di Hegra, yaitu situs warisan dunia UNESCO yang terletak di kota kuno AlUla (Al-‘Ula).

Ilmuwan menamainya Hinat berdasarkan prasasti almarhum yang diukir di fasad makam. Menurut analisis kerangka, perempuan kuno tersebut hidup sampai umur 40-50 tahun dan tingginya 1,6 meter.

Dikatakan dalam National Geographic seperti dikutip dari Live Science, berdasarkan penguburannya, Hinat semasa hidup mempunyai status sosial menengah.

Hasil Rekonstruksi Wajah
Para ahli menggunakan ilmu forensik, paleopatologi, CT scan, dan printer 3D untuk membuat perkiraan wajah versi silikonnya. Hinat juga terungkap berkerudung yang menutupi sebagian rambutnya dan berkulit gelap.

Proyek ini sekaligus menandai pertama kalinya perkiraan wajah dibuat untuk seorang perempuan Nabataean. Meski begitu, sebetulnya para arkeolog sudah menggali kerangka Hinat pada 2015.

Siapakah Nabataean?
Masyarakat Nabataean tinggal di sepanjang rute perdagangan dupa atau Insence Trade Route yang menghubungkan Arab Selatan dan Laut Mediterania. Berdasarkan pernyataan AlUla Royal Commission, tidak banyak yang ditulis mengenai orang-orang Nabataean melalui perspektif sejarah.

Arkeolog Laila Nehmé kepada National Geographic menyatakan, orang-orang Nabataean sedikit misterius.

“Kami tahu banyak, tetapi pada saat yang sama kami tahu sangat sedikit karena mereka tidak meninggalkan teks atau catatan sastra apa pun,” ujarnya. Nehmé menjelaskan, menggali makam Hinat adalah kesempatan bagus untuk belajar lebih banyak mengenai gagasan komunitas Nabataean soal alam baka.

Di sisi lain, akibat kurangnya catatan tertulis atau genetik, para peneliti bisa secara bebas merekonstruksi ulang rupa Hinat. Mereka menggunakan data arkeologi guna memahami bagaimana kira-kira cara berpakaian perempuan Nabataean. Misalnya, potongan kain di penguburan Hinat menjadi rujukan soal cara berpakaiannya.

Walau rekonstruksi wajah perempuan Arab Saudi 2.000 tahun lalu ini menarik, sejumlah ahli juga mempertanyakan akurasi hasilnya. Menurut Laurence Hapiot, arkeolog King Abdullah University of Science and Technology Arab Saudi dalam twitnya seperti disebutkan dalam CNN, masih ada beberapa interprestasi non-ilmiah dalam rekonstruksi wajah ini.

Menambahkan dari The National UK, salah satu kendala dalam arkeologi Nabataean sekaligus studi tentang orang-orangnya adalah kurangnya gambar mereka.

“Mereka tidak terlalu sering digambarkan dalam seni mereka sendiri, dan selama puluhan tahun orang yang bekerja di situs arkeologi Nabataean, kami tidak memiliki banyak jenazah manusia,” kata pakar Nabataean, Dr Tuttle.

Orang Nabataean sendiri diperkirakan berasal dari Arab tengah. Mereka menjadi kaya melalui perdagangan.

Peradaban Nabataean pun dikatakan beragam. Menurut National Geographic, mereka mengukir makam yang sangat rumit di tebing batu pasir yang mengelilingi Hegra.

Sumber: Detik

You may also like

Soledad is the Best Newspaper and Magazine WordPress Theme with tons of options and demos ready to import. This theme is perfect for blogs and excellent for online stores, news, magazine or review sites. Buy Soledad now!

Wanita Berita, A Media Company – All Right Reserved.