Sunday, April 21, 2024
Sunday, April 21, 2024
Home » Mengapa Jacinda Ardern, ‘perempuan pemimpin negara termuda di dunia’, mundur dari jabatan PM Selandia Baru?

Mengapa Jacinda Ardern, ‘perempuan pemimpin negara termuda di dunia’, mundur dari jabatan PM Selandia Baru?

by Novita Novianti
0 comment

Jacinda Ardern mengumumkan bahwa ia akan mundur dari jabatan Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, bulan depan. Ia mengatakan sudah tidak lagi memiliki “kapasitas yang cukup” untuk memimpin.

Ardern bersedu-sedu saat menceritakan secara rinci menghadapi enam tahun yang “menantang” ketika menjabat perdana menteri di mana terdapat peristiwa-peristiwa yang memakan korban jiwa.

Dia akan mundur sebagai pemimpin Partai Buruh selambat-lambatnya 7 Februari nanti. 

Dalam beberapa hari ke depan akan diselenggarakan pemungutan suara untuk menentukan sosok yang akan menggantikannya.

Selandia Baru akan menyelenggarakan pemilihan umum pada 14 Oktober mendatang.

Arden, yang kini berusia 42 tahun, mengatakan pertimbangan mundur dari jabatan perdana menteri sudah ia pikirkan selama liburan musim panas.

“Saya berharap, bahwa saya akan menemukan apa yang saya perlukan untuk melanjutkannya atau tidak, tapi sayangnya, saya belum bisa, dan saya akan merugikan Selandia Baru kalau melanjutkan,” katanya kepada wartawan.

Ardern menjadi perempuan paling muda di dunia yang memimpin sebuah negara, ketika ia terpilih menjadi perdana menteri pada 2017 di usia 37 tahun.

Dan setahun kemudian, ia menjadi pemimpin terpilih kedua dalam sejarah modern dunia yang melahirkan saat sedang menjabat.

Di masa kepemimpinannya, Ardern melewati masa-masa sulit seperti pandemi Covid-19, kasus penembakan masjid di Christchurch, dan letusan gunung api di Pulau Putih.

“Memimpin negara untuk melewati masa damai itu adalah satu hal, hal lainnya harus memimpinnya melalui masa kritis,” katanya.

“Peristiwa-peristiwa ini… telah menguras energi karena bobotnya, bobotnya yang besar dan sifatnya yang terus menerus. Tidak pernah ada momen di mana kami merasakan hanya memerintah.”

Ardern memimpin Partai Buruh untuk kemenangan telak pada pemilu 2020, tapi popularitasnya telah menurun ke posisi terendah dalam beberapa bulan terakhir, menurut sebuah survei.

Bagaimanapun, Arden mengatakan dia mundur bukan karena dia yakin Partai Buruh tidak akan menang dalam pemilu, tapi karena memang itu akan terjadi.

“Kita butuh sandaran baru untuk tantangan itu,” katanya.

Wakil ketua Partai Buruh, Grant Robertson mengatakan dia tidak akan mengikuti kontestasi dalam pemilihan ketua partai, yang akan berlangsung pada hari Minggu. 

Jika satu kandidat gagal memperoleh dukungan dari dua pertiga suara, maka suara tersebut akan diberikan kepada anggota komite berpengaruh di Partai Buruh.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese memberi penghormatan kepada Ardern sebagai pemimpin cerdas, kuat dan memiliki empati.

“Jacinda telah menjadi penyokong bagi Selandia Baru, sebuah inspirasi bagi banyak orang, dan teman yang baik untuk saya,” tulisnya di Twitter.

Ardern telah mencantumkan pencapaian dalam pemerintahannya terkait dengan program perubahan iklim, perumahan sosial, dan menekan angka kemiskinan anak – salah satu yang ia sangat banggakan. 

Tapi dia berharap warganya akan mengingatnya “sebagai seseorang yang selalu berusaha untuk berbuat baik”.

“Saya harap, saya meninggalkan warga saya dengan satu keyakinan bahwa Anda bisa menjadi baik tapi kuat, empati tapi tegas, optimistis tapi fokus. Dan, Anda bisa menjadi pemimpin untuk diri Anda sendiri – seseorang yang tahu kapan waktunya untuk pergi,” katanya.

You may also like

Soledad is the Best Newspaper and Magazine WordPress Theme with tons of options and demos ready to import. This theme is perfect for blogs and excellent for online stores, news, magazine or review sites. Buy Soledad now!

Wanita Berita, A Media Company – All Right Reserved.