Thursday, July 18, 2024
Thursday, July 18, 2024
Home » Penyebab Wanita Alami Sulit Hamil di Usia 20-an, Simak juga Cara Mencegahnya

Penyebab Wanita Alami Sulit Hamil di Usia 20-an, Simak juga Cara Mencegahnya

by Hening Primastiny
0 comment

Kesuburan wanita memang akan berkurang sesuai dengan bertambahnya usia. Maka itu, banyak yang mengaitkan infertilitas dengan usia ya Bunda. 

Banyak yang menganggap infertilitas lebih cenderung dialami para wanita yang berusia di atas 30 tahun. Padahal, infertilitas juga bisa dialami wanita di usia muda lho, bahkan di usia 20 tahunan. 

Mengutip dari NDTV,  tingkat kesuburan wanita bisa dikaitkan dengan beragam faktor, salah satunya lingkungan dan gaya hidup yang buruk seperti rokok, alkohol, obesitas, serta paparan polutan.

Nah pada artikel ini, kita akan membahas penyebab wanita sulit hamil di usia 20-an beserta cara mengatasinya. Lanjut yuk Bunda.

Penyebab wanita sulit hamil di usia 20 tahunan

Melansir dari Parents, secara biologis usia 20-an adalah waktu utama untuk hamil lho, Bunda. Faktanya, pada usia ini seorang wanita punya peluang kehamilan yang tinggi setiap bulannya, yakni pada angka 20-25 persen.

Selain peluang kehamilan yang tinggi, memulai kehamilan di usia 20-an juga memiliki keuntungan lain karena lebih rendah mengalami risiko-risiko kehamilan seperti keguguran atau komplikasi lainnya. Rata-rata, tubuh wanita yang lebih muda seringkali dapat menangani tuntutan kehamilan lebih baik daripada wanita yang lebih tua. Di usia  20-an juga Bunda memiliki banyak energi untuk bermain dan berlari bersama Si Kecil.

Kelainan ovarium seperti penyakit ovarium polikistik, penurunan cadangan ovarium lebih awal dari yang diharapkan, penyumbatan tuba, tuba yang tidak berfungsi atau tidak berfungsi normal, atau kelainan pada rongga rahim seperti fibroid atau polip atau kelainan bawaan apa pun, dapat menjadi beberapa penyebab ketidaksuburan pada wanita.

Selain itu, mungkin ada antibodi di saluran kelamin wanita terutama di leher rahim terhadap sperma yang dapat mencegah sperma mencapai sel telur untuk melakukan pembuahan. Kelainan genetik seperti sindrom turner yang menurunkan cadangan ovarium juga bisa menjadi alasan sulit hamil.

Kebiasaan dan gaya hidup yang tidak sehat seperti penggunaan alkohol yang berlebihan, serta kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji juga bisa menyabotase kesuburan lho, Bunda.

Aimee Raupp, pakar kesuburan sekaligus penulis buku kehamilan, melalui kanal Parents mengatakan bahwa, berat badan memainkan peran penting dalam pembuahan, sayangnya karena gaya hidup yang buruk wanita muda cenderung sangat kurus atau kelebihan berat badan.

“Mempertahankan BMI normal dan mengadopsi rencana pra-konsepsi untuk makan-makanan padat nutrisi, membatasi alkohol dan kafein, dan menghindari rokok membantu seorang wanita mencapai kesehatannya yang paling optimal,” ucap Raupp.

“Dengan begitu, dia bisa hamil dengan lebih mudah, memiliki kehamilan yang sehat, dan melahirkan anak yang sehat,” tambahnya.

Namun, masalah sulit hamil bukanlah sesuatu yang hanya harus ditanggung pihak perempuan. Richard Paulson, MD, kepala divisi endokrinologi reproduksi dan infertilitas di Keck School of Medicine di University of Southern California juga mengatakan bahwa, “Sementara wanita berusia 20-an umumnya memiliki kualitas sel telur yang baik, semua penyebab ketidaksuburan lainnya masih bisa ada, seperti masalah tuba dan jumlah sperma yang rendah pada pasangan pria.”

Mencegah infertilitas di usia 20-an

Mengingat salah satu faktor utama yang memengaruhi kesuburan adalah gaya hidup yang tidak sehat seperti yang telah dipaparkan sebelumnya. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus Bunda lakukan dan perhatikan untuk mencegah masalah fertilitas di usia 20-an dikutip dari NDTV:

  • Pertahankan BMI yang sehat: BMI tidak boleh ekstrem. Kisaran BMI yang ideal adalah sekitar 20 hingga 23 untuk kesuburan optimal.
  • Persentase lemak dalam tubuh tidak boleh terlalu rendah. Persentase lemak yang ideal adalah sekitar 20%.
  • BMI yang sehat dan persentase lemak yang baik bergantung pada makanan dan olahraga.
  • Utamakan makan makanan rumahan dibanding makanan cepat saji
  • Hindari diet yang terlalu ketat karena dapat memperburuk kesuburan karena kekurangan mineral dan vitamin.
  • Pastikan berolahraga setiap hari, setidaknya selama 30-45 menit baik untuk pria maupun wanita.
  • Biasakan tidur sekitar 7 hingga 8 jam dan pada waktu yang tepat. Tidur lebih awal dan bangun lebih awal sangat penting dalam pembentukan hormon melatonin yang mengatur kesuburan.
  • Melatonin dilepaskan dalam kegelapan. Jadi, pastikan tidur dalam waktu yang tepat dan matikan lampu agar hormon melatonin disekresikan secara optimal untuk meningkatkan kesuburan alami.
  • Penting untuk menghindari stres karena  dapat memengaruhi kesuburan. Stres dapat menyebabkan menstruasi tertunda, serta menurunkan aliran darah ke rahim dan ovarium pada wanita dan testis pada pria, mengakibatkan kualitas Gamet (yaitu sel telur dan sperma) yang buruk.
  • Pastikan untuk mengonsumsi vitamin prenatal setelah berkonsultasi dengan dokter.

Pilihan pengobatan infertilitas 

Jika sudah melakukan program hamil selama 12 bulan dan belum berhasil, mengonsultasikannya ke dokter untuk melakukan evaluasi kesuburan adalah hal yang perlu untuk dilakukan. Serta berikut ini adalah beberapa pilihan perawatan yang efektif jika Ayah dan Bunda ingin memiliki anak.

  • IVF (In Vitro Fertilization)

IVF atau program bayi tabung adalah tindakan inseminasi intrauterine yang cukup efektif. Pada wanita yang berusia di bawah 35 tahun, tingkat keberhasilannya bahkan mencapai 41 hingga 43 persen.

  • Analisis air mani

Eric Widra, MD, direktur medis dari Shady Grove Fertility Center lewat kanal Parents mengatakan bahwa laki-laki memegang faktor keberhasilan terbesar dalam pembuahan dan kesuburan. Maka dari itu analisis sperma atau air mani diperlukan dalam perawatan kesuburan.

“Jangan remehkan peran laki-laki dalam masalah kesuburan. Faktor laki-laki ada pada 30 hingga 50 persen pasangan yang mencari perawatan infertilitas,” kata Dr. Widra. “Analisis air mani, seperti yang saya katakan kepada pasien saya, bebas rasa sakit, bebas risiko, dan tidak mahal. Ini adalah langkah penting dalam evaluasi.”

Sumber : Haibunda

You may also like

Soledad is the Best Newspaper and Magazine WordPress Theme with tons of options and demos ready to import. This theme is perfect for blogs and excellent for online stores, news, magazine or review sites. Buy Soledad now!

Wanita Berita, A Media Company – All Right Reserved.