Monday, May 20, 2024
Monday, May 20, 2024
Home » Penelitian: Punya Banyak Anak Bisa Kurangi Risiko Demensia pada Wanita

Penelitian: Punya Banyak Anak Bisa Kurangi Risiko Demensia pada Wanita

by Jesica Larashaty
0 comment

Berapa jumlah anak yang ingin dimiliki adalah keputusan bersama-sama suami dan istri. Beberapa pasangan mungkin ingin memiliki banyak anak, dan ada juga yang merasa satu anak cukup.

Nah Moms, memutuskan punya banyak anak tidak selalu berdampak negatif. Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa wanita yang saat usia produktif punya banyak anak, ternyata bisa terpapar hormon estrogen yang lebih tinggi sepanjang hidupnya.

Estrogen adalah sekelompok hormon yang berperan penting pada perkembangan dan pertumbuhan hormon seks dalam tubuh wanita. Hormon ini berfungsi untuk mengatur siklus menstruasi, membantu kehamilan yang sehat, hingga membantu menjaga kesehatan jantung. Selain itu, hormon ini juga dapat memengaruhi suasana hati hingga libido wanita.

Dan penelitian tersebut menunjukkan paparan hormon estrogen yang tinggi dapat menurunkan risiko demensia pada wanita, lho! Demensia merupakan kondisi menurunnya daya ingat dan pola berpikir seseorang. Kondisi ini umumnya dialami oleh lansia atau usia 60 tahun ke atas.

Mengapa bisa penelitian menyebut punya banyak anak menurunkan risiko demensia?

Penjelasan Penelitian soal Punya Banyak Anak Turunkan Risiko Demensia

Penelitian: Punya Banyak Anak Bisa Kurangi Risiko Demensia pada Wanita. Foto: Rachaphak/Shutterstock
Penelitian: Punya Banyak Anak Bisa Kurangi Risiko Demensia pada Wanita. Foto: Rachaphak/Shutterstock

Dikutip dari Mirror UK, penelitian dilakukan terhadap 9.000 wanita yang telah menopause dengan rata-rata usia 64 tahun di Inggris. Pada wanita ini mendapat berbagai pertanyaan seputar kesehatan reproduksi mereka, seperti usia menstruasi pertama kali, kapan mulai menopause, dan berapa banyak kehamilan yang dijalani.

Temuan ini muncul setelah para ahli menemukan wanita dengan ‘umur reproduksi’ yang lebih panjang, atau mereka yang hamil beberapa kali, maka bisa terpapar lebih banyak hormon estrogen. Dan salah satu dampak positifnya adalah membuat otak mereka lebih sehat.

Para peneliti menemukan hal ini masih berkorelasi dengan rendahnya risiko penyakit pembuluh darah kecil di otak. Penyakit tersebut terjadi akibat rusaknya pembuluh darah kecil di otak. Dan bila seseorang mengalaminya, ia bisa mengalami gangguan kognitif dan demensia.

Para wanita yang diteliti juga menjalani pemindaian otak untuk mencari apakah ada penyakit pembuluh darah kecil pada otak mereka. Para peneliti kemudian menghitung paparan hormon ditambah jumlah tahun mereka menjalani kehamilan, dengan durasi masa reproduksi mereka.

Dari 9.000 wanita tersebut, rata-rata paparan hormon estrogen paling banyak terjadi pada usia 40 tahun. Menurut para analis, mereka yang memiliki paparan hormon lebih tinggi ini memiliki volume hiperintensitas materi putih (White Matter Hyperintensities/WHM) yang lebih rendah. WHM adalah lesi di otak yang diduga menjadi penyebab utama penyakit pembuluh darah kecil di otak.

Di sisi lain, dalam sebuah artikel di jurnal Neurology, penulis penelitian dari University of Sherbrooke, Quebec, Canada, menyoroti penelitian sebelumnya yang menunjukkan beberapa penyakit tertentu, termasuk penyakit pembuluh darah kecil di otak, cenderung akan meningkat setelah menopause. Ini kerap dikaitkan dengan turunnya jumlah hormon estrogen usai mengalami menopause.

Namun, penelitian-penelitian di atas masih butuh dilakukan lebih dalam. Sebab, sebelum penemuan terbaru ini, tidak diketahui apakah jumlah paparan hormon estrogen sebelum menopause membuktikan atau memperpanjang usia wanita.

Jadi, gimana menurut Anda, Moms?

Sumber : Kumparan

You may also like

Soledad is the Best Newspaper and Magazine WordPress Theme with tons of options and demos ready to import. This theme is perfect for blogs and excellent for online stores, news, magazine or review sites. Buy Soledad now!

Wanita Berita, A Media Company – All Right Reserved.